Peradaban Lembah Sungai Hoang-Ho
Sumber : www.e-dukasi.net


1. Pengantar

Perhatikan peta daratan Cina di bawah ini!

Setelah Anda memperhatikan peta di atas kemudian simaklah uraian di bawah ini. Sejarah tertua di Cina dimulai dari muara sungai Hoang Ho sekitar tahun 4000 SM. Sungai Hoang Ho merupakan sungai terpanjang di Cina yaitu 5.464 kilometer dan merupakan sungai terpanjang nomor dua di dunia.

Tahukah Anda sungai manakah yang terpanjang di dunia? Sungai yang terpanjang di dunia adalah sungai Nil yang panjangnya lebih dari 6000 Km. Sungai Hoang Ho mengalir dari dataran tinggi Tibet lalu ke arah Timur dan bermuara ke Teluk Tsii Li di Laut Kuning. Sungai Hoang Ho melewati lima propinsi yaitu Tsing Hai, Kansu, Shansi, Honan dan Shantung.

Di Selatan sungai Hoang Ho mengalirlah sungai Yang Tze Kiang yang berhulu di
pegunungan Kwen Lundi Tibet dan bermuara di Laut Cina Timur. Sungai Hoang Ho
disebut juga sungai Kuning dan paling berlumpur di dunia.

Anda tentu bertanya “mengapa sungai itu di sebut sungai kuning?”. Berdasarkan penelitian para ahli maka lumpur yang mengendap di lembah sungai itu berasal dari tanah loss Gurun Gobi yang diterbangkan angin sampai ke lembah sungai Hoang Ho dan berwarna kuning. Akibatnya air sungai Hoang Ho kekuning-kuningan dan lembah sepanjang alirannya menjadi subur.

Dari uraian di atas cobalah Anda jawab pertanyaan di bawah ini:
1. Apa artinya tanah loss?
2. Selain di Cina, di daerah mana lagi terdapat tanah loss?
3. Apakah benar tanah loss menyebabkan kesuburan?

Setelah Anda menuliskan jawaban tersebut silahkan Anda mencocokkannya dengan keterangan di bawah ini.

  1. Tanah loss adalah butiran-butiran pasir yang halus dari gurun yang berwarna kuning sifatnya mudah meresap air.
  2. Selain di Cina ada juga di Jerman.
  3. Tanah loss memang menyebabkan kesuburan.

Bagaimana jawaban Anda sudah sesuaikah ? Jika Anda belum puas dengan jawaban di atas mintalah keterangan tambahan kepada guru bina mata pelajaran Geografi di sekolah penyelenggara.

Siapakah yang mendiami lembah sungai Hoang Ho dan dari manakah asal usul mereka? Bangsa Cina tergolong ras Sinid, suatu cabang dari ras Mongol. Ciri-ciri ragawinya adalah ada lipatan pelupuk mata, rambut hitam, tubuh yang tidak banyak berbulu, muka datar dengan tulang pipi yang menonjol, hidung pipih dan tinggi badan sedang.

Bangsa Cina yang asli yakni orang-orang Han, semula berasal dari daerah pegunungan yang bertanah Loss di propinsi Shensi dan Shansi. Kemudian mereka bercampur dengan pendatang dari Cina Barat Laut dan Timur Laut lalu menyebar ke lembah sungai Hoang Ho di Cina Utara dan ada yang ke Selatan.

Mereka senang hidup berkelompok dan saling tolong menolong. Itulah sebabnya mereka disebut “keluarga seratus”. Sebutan tersebut untuk mengungkapkan banyaknya, bukan dalam arti jumlah yang tepat.

Kehidupan sehari-hari bangsa Cina adalah mengusahakan pertanian dengan hasil utama padi. Selain itu diusahakan gandum, jagung dan cantel (biji-bijian sebesar lada jika ditanak legit dan gurih). Masyarakat juga mengembangkan perkebunan, yang menghasilkan kapas, tebu, teh dan pohon murbei untuk memelihara ulat sutera. Selain pertanian bangsa Cina juga mengembangkan perdagangan sampai ke manca negara yang dikenal jalur perdagangannya dengan sebutan jalan sutera.

Sampai di sini pengantar yang dapat Anda pelajari tentang Cina. Apakah Anda sudah memperoleh gambaran mengenai peradaban lembah sungai Hoang Ho? Tentu saja belum. Untuk itu lanjutkan kosentrasi Anda guna mempelajari uraian di bawah ini dengan seksama.

2 . Sistem Pemerintahan Dinasti di Cina.

Berdasarkan peninggalan budaya pemerintahan di Cina telah ada sejarah sekitar tahun
4000 SM. Permulaan pemerintahan di Cina disebut jaman dongeng yang berlangsung hingga sekitar tahun 1800 SM.

Pada jaman dongeng sebagian besar sumber sejarahnya berupa benda. Contoh ditemukan keramik dari jaman perunggu seperti pada gambar 4.7 di samping. Memasuki jaman dinasti telah ditemukan sumber-sumber tertulis.

Pusat kelahiran dinasti/pemerintahan di Cina berada di daerah pertemuan lembah sungai Hoang Ho dan lembah sungai Yang Tze Kiang. Secara geografis pusat pemerintahan dinasti terletak di Cina Utara.

Perjalanan kekaisaran Cina ditandai oleh pemerintahan dinasti yang silih berganti dalam kurun waktu tertentu. Banyak dinasti yang memerintah namun dinasti-dinasti yang besar memerintah di Cina sampai awal masehi secara berurutan adalah sebagai berikut: Hsia Shang (Yin), Chou, Chin dan Han.

Setelah dinasti Han berkuasa, Cina pernah pula dikuasai oleh bangsa asing yaitu bangsa Tartar, bangsa Mongol dan bangsa Mansyu. Pemerintahan dinasti berakhir tahun 1912 yang ditandai dengan terjadinya revolusi nasional di Cina yang melahirkan bentuk pemerintahan Republik.

Perkembangan bentuk pemerintahan di Cina dapat digambarkan pada bagan sebagai
berikut:

Jaman dongeng dikenal beberapa kaisar yang memerintah antara lain kaisar Fu Hsi, Huang Ti, Yao, Shun dan Yu. Kaisar Yu adalah pendiri dinasti Hsia 2205 - 1766 SM. Kaisar terakhir dinasti Hsia bernama Chieh. Dengan berakhirnya pemerintahan kaisar
Chieh berakhirlah jaman dongeng di Cina.

A. Dinasti Shang atau Yin (1766 SM - 1222 SM)

Dinasti Shang dianggap dinasti yang mengawali sejarah Cina karena baru pertama kali dilakukan penulisan sejarah oleh Suma Chien. Catatan itu dituliskan di atas bejana perunggu, tempurung kura-kura dan tulang binatang.

Salah satu contoh dari tulisan itu tampak pada gambar di samping. Tulisan Cina berbentuk gambar sehingga disebut piktografi (picture = gambar, grafi = huruf ) setiap gambar melambangkan gagasan tertentu sehingga tulisan itu juga disebut ideografi. ( Idea = gagasan, grafi = huruf )

Pada masa dinasti Shang sedikitnya telah dikenal sejumlah kurang lebih 2000 huruf gambar. Menurut Anda apakah makna atau peranan tulisan gambar yang dituliskan pada tempurung kura-kura itu bagi kita dewasa
ini?

Tulisan gambar pada tempurung kura-kura tersebut sangat besar maknanya bagi kita sekarang karena tulisan gambar tersebut memberikan informasi bagi kita mengenai kehidupan bangsa Cina waktu itu. Misalnya penduduk waktu itu hidup dari pertanian, perikanan dan perburuan.

Kebudayaan yang berkembang pada jaman dinasti Shang disebut kebudayaan Lung- Shan. Peninggalan budaya jaman dinasti Shang antara lain bejana perunggu, persenjataan, kereta kuda dan sistem penulisan.

B. Dinasti Chou (1222 SM - 249 SM)

Pendiri dinasti Chou adalah Chou Wen Wang, pusat pemerintahannya di chang - An Dinasti Chou mengembangkan pemerintahan Feodialisme (desentralisasi). Kerajaan dibagi menjadi negara-negara bagian yang diperintah oleh raja bagian atau raja Vazal. Raja Vazal memerintah atas nama kaisar dan tunduk kepada kaisar. Kesetiaan raja vazal diwujudkan melalui penyerahan upeti secara teratur dan mengirimkan tentara yang dibutuhkan pada saat negara menghadapi ancaman.

Pada masa dinasti Chou hiduplah para filsof yang terkenal yaitu Lao Tze, Kung Fu Tze dan Meng Tze. Ajaran Kung Fu Tze mengenai kesusilaan menjadi dasar perkembangan kebudayaan Cina. Ajaran Kung Fu Tze lahir sebagai reaksi atas keadaan negara waktu itu yaitu banyaknya korupsi serta merosotnya akhlak bangsa dan para pemimpinnya. Runtuhnya Dinasti Chou disebabkan oleh beberapa faktor yaitu tidak ada raja-raja pengganti yang cakap, kerajaan pecah menjadi dua yaitu Chou Barat dan Chou Timur, banyak raja vazal yang melepaskan diri. Raja vazal yang kuat menyerang raja pusat dan menggantikannya.

Bagaimanakah keadaan negeri Cina setelah berakhirnya pemerintahan dinasti Chou? Apakah pemerintahan dengan sistem desentralisasi tetap di jalankan? Pertanyaan demi pertanyaan tersebut dapat Anda temukan jawabannya pada uraian berikutnya.

C. Dinasti Chin (221 SM - 207 SM)

Setelah dinasti Chou, Cina diperintah oleh dinasti Chin. Konon nama Cina diambil dari nama dinasti Chin ini. Dinasti Chin memerintah dengan sistem sentralisasi dan meninggalkan sistem feodalisme (desentralisasi).

Timbul pertanyaan, mengapa dinasti Chin meninggalkan sistem feodalisme dan melaksanakan sentralisasi dengan kekuasaan sebesar-besarnya ditangan pemerintah pusat?

Kebijakan sentralisasi dilakukan oleh dinasti Chin sebab kekacauan yang terjadi di Cina pada akhir pemerintahan dinasti Chou tidak cukup hanya di atas oleh sikap raja-raja yang baik dan saleh saja. Namun dibutuhkan adanya kekuasaan raja yang kuat dan nyata serta hukum yang dijalankan dengan adil sehingga tercipta ketertiban dan ketentraman diseluruh negeri Cina.

Untuk maksud di atas kaisar Shih Huang Ti dari dinasti Chin yang memerintah di Chang An mengambil beberapa tindakan sebagai berikut:

  1. melarang ajaran Kung Fu Tze karena mendukung feodalisme.
  2. membagi kerajaan menjadi 36 propinsi, setiap propinsi diperintah oleh gubernur selaku kepala pemerintahan yang bertanggung jawab kepada kaisar.
  3. menetapkan standardisasi ( pembakuan) tulisan, satuan ukuran misalnya timbangan, ukuran roda, alat-alat pertanian.
  4. membangun tembok besar Cina sepanjang 2.250 Km, untuk membendung masuknya suku-suku pengembara (nomaden) dari Utara

Setelah Shih Huang Ti wafat pada tahun 210 SM, para gubernur dari tiap-tiap propinsi berupaya untuk merebut kekuasaan tertinggi di Cina. Dalam keadaan kacau tersebut tampillah tokoh Liu Pang dan pasukannya yang berhasil mengalahkan lawanlawannya dan kemudian menduduki tahta, Liu Pang mendirikan dinasti baru bernama dinasti Han.

D. Dinasti Han (207 SM - 221 M)

Pendiri dinasti Han ialah Liu Pang. Pemerintahan dinasti Han kembali menjalankan sistem feodalisme dan mengijinkan kembali filsafat konfusianisme. Bahkan ajaran konfusianisme menjadi salah satu mata ujian bagi calon penghuni negeri. Masa pemerintahan dinasti Han mencapai puncak kejayaan di bawah kaisar Han Wuti. Wilayah kekaisaran Cina mencapai Asia Tengah (Turkistan), Korea, Mansyuria Selatan, Anam, dan Sinkiaing (daerah utara Tibet). Selain wilayahnya yang luas kaisar Cina juga menjalin hubungan dengan mancanegara. Jalur perdagangan ke Barat sampai Roma di kenal dengan sebutan “Jalan Sutera”.

Setelah kaisar Han Wu Ti meninggal, dinasti Han mengalami kemunduran dan runtuh tahun 221 M. Negeri Cina mengalami kekacauan bahkan pernah dikuasai oleh bangsa Tar-Tar, sehingga masa ini disebut masa kegelapan. Pada abad 7 muncul dinasti baru di Cina yaitu dinasti Tang dari tahun 618 - 906. Sejak dinasti Tang terjalinlah hubungan dagang antara negeri Cina dengan kerajaan-kerajaan Nusantara. Hal ini ditandai dengan kunjungan para musafir dari Cina misalnya I Tsing di Sriwijaya. Laksamana Cheng Ho dan Ma Huan berkunjung ke Majapahit.

3. Filsafat

A. Lao Tse 605 - 531 SM.

Ajaran Lao Tse dituangkan dalam buku berjudul “ Tao Te ching “. Ia percaya adanya semangat keadilan dan kesejahteraan yang kekal dan abadi yang bernama Tao. Ajaran Lao Tse disebut Taoisme. Ia mengajarkan agar orang menerima nasib. Suka dan duka, bahagia dan bencana adalah sama saja. Oleh karena itu penganut Taoisme diharapkan dapat memikul suatu penderitaan dan kondisi seburuk apapun dengan hati yang tidak terguncang.

Selanjutnya Taoisme juga mengajarkan bahwa di atas alam terdapat kerajaan Langit yang diperintah oleh dewa langit atau Hoo Tsien. Di bumi ada kerajaan bumi yang diperintah oleh Huang Ti. Bila raja yang memerintah tidak baik maka Dewa Langit akan menegur dan memberi hukuman melalui bencana alam atau pemberontakan. Jadi setiap orang harus menghormati Dewa Langit, raja dan arwah nenek moyang, karena nenek moyanglah yang menurunkan mereka. Setelah Lao Tse berikut ini dapat Anda pelajari ajaran Kung Fu Tse.

B. Kung Fu Tse 551 - 479 SM.

Sosok pribadi Kung Fu Tse dapat Anda lihat pada gambar di samping. Dibandingkan dengan Lao Tse, ajaran Kung Fu Tse jauh lebih banyak penganutnya bahkan tersebar meluas. Ajaran Kung Fu Tse juga berdasarkan Taoisme. Menurut Kung, Tao adalah suatu kekuatan yang mengatur segala-galanya dalam alam semesta ini. Sehingga tercapai keselarasan. Ajaran Kung Fu Tse disebut filsafat etika yang menyangkut bidang pemerintahan dan keluarga.

Masyarakat terdiri atas keluarga. Dalam keluarga bapaklah yang menjadi pusatnya. Seorang bapak harus mengurus anak-anaknya dengan baik. Sebaliknya anak-anak harus hormat dan patuh terhadap orang tuanya. Negara dipandang sebagai keluarga besar dengan raja sebagai bapaknya. Oleh karena itu raja harus memerintah rakyatnya dengan baik dan bijaksana. Sebaliknya rakyat harus hormat dan taat kepada rajanya seperti anak kepada bapaknya. Filsuf ketiga yang akan Anda pelajari adalah Meng Tse.

C. Meng Tse 372 - 280 SM.

Berbeda dengan Kung Fu Tse yang mengutamakan ajarannya pada kalangan bangsawan istana maka Meng Tse mengajarkan pengetahuannya kepada rakyat jelata. Menurut Meng tse, dalam suatu negara rakyatlah yang terpenting. Oleh karena pendapatnya tersebut, ia dianggap sebagai peletak dasar ajaran demokrasi bagi masyarakat Cina. Jika raja memerintah dengan sewenang-wenang, maka para menteri berkewajiban untuk memperingatkannya. Apabila raja mengabaikan peringatan tersebut maka para menteri wajib menurunkan raja dari tahtanya.

4. Kepercayaan

Masyarakat lembah sungai kuning menganut polytheisme. Mereka memuja dewa-dewi yang mempunyai kekuatan alam. Dewa yang mereka sembah antara lain: Feng Pa (dewa angin ), Lei -Shih (dewa angin topan yang digambarkan sebagai naga besar), Tai Shan (dewa yang menguasai bukit suci ), Ho Po (dewa penguasa sungai Hoang-Ho). Untuk memuja Ho Po setiap tahun diadakan upacara yang dipimpin oleh para pendeta perempuan dengan memberi sesaji berupa gadis tercantik di Cina yang diterjunkan di sungai Hoang Ho tersebut.

Yang mendapat pemujaan tertinggi adalah dewa langit, seperti yang dapat Anda lihat gambarnya di bawah. Masyarakat Cina memuja dewa langit yang disebut Syang, karena langit adalah pemberi hujan dan panas matahari. Sedangkan bumi sebagai lahan yang menerima sinar matahari dan hujan dari langit. Sehingga masyarakat juga memuja dewi bumi. Selain pemujaan kepada dewa-dewa masyarkat Cina juga memuja arwah leluhur. Upacara pemujaan dilakukan oleh anak laki-laki tertua

5. Peninggalan Budaya

Hasil-hasil peninggalan peradaban masyarakat lembah sungai Hoang Ho yang terkenal
dapat Anda ketahui sebagai berikut:

A. Seni Bangunan.

Salah satu peninggalan bangunan yang disebut sebagai bagian dari tujuh keajaiban dunia adalah tembok besar. Seperti tampak pada gambar di bawah ini. Setelah Anda melihat gambar tembok Cina ini bagaimana kesan Anda? Mengagumkan bukan? Lalu untuk apa tembok itu dibangun dan apakah sekarang masih tetap berfungsi?

Seperti sudah diuraikan sebelumnya tembok besar ini dibangun sejak masa pemerintahan dinasti Chin untuk membendung masuknya bangsa pengembara dari utara misalnya suku Hsiung Nu ke daratan Cina. Pembangunan tembok tersebut di lanjutkan oleh dinasti-dinasti berikutnya sampai dinasti Ming 1364-1644. Sehingga panjangnya semula 2.250 Km lalu mencapai 7000 Km, tinggi tembok Cina adalah 16 meter dan lebar 8 meter. Pada jarak tertentu didirikan benteng pertahanan yang dijaga ketat oleh prajurit. Kini tembok tersebut masih kokoh berdiri dan dijadikan andalan komoditi pariwisata Cina yang mendatangkan banyak devisa.

Selain tembok Cina, bangunan lainnya yang terkenal adalah istana kaisar yang megah serta kuil misalnya kuil dewa Beijing.

B. Keramik

Keramik merupakan salah satu peninggalan budaya bangsa Cina yang bermutu tinggi. Keramik yang berglasur (diberi lapisan keras yang berkilap) serta porselin Cina yang indah dibuat dengan teknik yang tinggi. Mangkuk, cawan dan piring-piring keramik Cina dikenal di Eropa juga di Indonesia. Tiap-tiap dinasti di Cina meninggalkan jenis keramiknya masing-masing. Pada gambar di samping dapat Anda lihat gambar Vas bunga keramik dari jaman dinasti Sung yang memerintah sejak tahun 960.

C. Penemuan Kertas dan Alat Cetak.

Pada jaman dinasti Han, bangsa Cina telah menemukan kertas sekitar tahun 150 M, serta tinta, sehingga dikenal adanya istilah “tinta Cina”. Bangsa Cina juga menemukan tik gerak (movable type) yaitu blok-blok kayu dengan huruf-huruf yang dicungkil ke luar. Dengan penemuan kertas dan alat cetak tersebut memungkinkan adanya penerbitan buku-buku dalam jumlah yang besar dan dengan harga murah. Bangsa Cina termasuk bangsa yang sangat memperhatikan tulisan. Penemuan kertas dan alat cetak juga membantu penyebaran karya sastra di Cina. Para pujangga Cina yang terkenal antara lain:

  • Szema Tzien yang hidup pada masa dinasti Han. Ia menulis buku sejarah berjudul“ Shi - Ji “ yang meliputi jaman purba sampai masa pemerintahan Han Wuti.
  • Li Tai Po, seorang penyair yang hidup pada jaman dinasti Tang.

    Dari uraian tersebut tentu timbul pertanyaan dalam diri Anda, apakah betul bangsa Cina itu penemu alat cetak yang pertama di dunia? Jawabannya adalah ya, sebagai perbandingan, bangsa Eropah baru menemukan alat cetak buku tahun 1440 di Haarlem (Belanda) oleh Laurens Janszoon Coster. Penemu yang lain ialah Johann Gutenberg dari Jerman tahun 1457.

D. Atronomi

Ilmu pengetahuan yang telah berkembang sejak jaman dongeng antara lain astronomi atau ilmu perbintangan. Ilmu astronomi digunakan untuk:

    1. menentukan penanggalan yang didasarkan pada peredaran bulan
    2. meramal masa depan manusia dan masa depan negara khususnya saat memasuki tahun baru imlek
    3. mengetahui saat terjadinya gerhana matahari dan bulan; dan
    4. mengetahui perputaran atau pergantian musim yang erat hubungannya dengan kehidupan masyarakat seperti pertanian dan pelayaran.

Kebiasaan meramal masa depan manusia ini berkembang hingga sekarang dan pengaruhnya juga dirasakan oleh bangsa-bangsa lain. Pernahkah Anda membaca ramalan-ramalan bintang yang ada di tabloid, koran dan media cetak lain? Apakah Anda percaya pada ramalan bintang? Sebagai orang beragama tentunya Anda tak perlu percaya pada ramalan-ramalan tersebut karena hal itu bertentangan dengan ajaran agama.

I. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dari soal-soal di bawah ini.

  1. Sistem pemerintahan yang dijalankan, oleh dinasti Chou adalah ....
    1. feodalisme
    2. sentralisasi
    3. unitarisme
    4. dinasti
    5. aristokrasi.
      .
  2. Inti ajaran konfusianisme adalah ....
    1. raja harus patuh kepada dewa
    2. manusia harus menerima nasib
    3. lakukan kewajiban sebagai orang tua atau anak dengan baik
    4. manusia harus bersikap baik kepada siapa saja
    5. raja yang kejam harus diturunkan dari tahta
      .
  3. Tujuan pembuatan tembok besar Cina pada masa dinasti Chin adalah ....
    1. menetapkan batas wilayah kekuasaan
    2. mempersatukan seluruh bangsa Cina
    3. mencegah rakayat yang ingin keluar dari Cina
    4. mencegah masuknya bangsa pengembara dari utara
    5. mencegah penyeludupan barang-barang ke Cina
      .
  4. Masyarakat Cina menyembah banyak dewa, sebagai dewa yang tertinggi ialah dewa...
    1. bumi dan bulan
    2. matahari dan bulan
    3. langit dan matahari
    4. hujan dan matahari
    5. langit dan bumi.
      .
  5. Perhatikan data-data di bawah ini :
    1. meramal masa depan bangsa
    2. menentukan penanggalan
    3. menentukan pergantian musim
    4. mengetahui tata surya
    5. menghitung jumlah bintang
      .
    Tujuan masyarakat Cina mengembangkan astronomi adalah untuk ...
      .
    1. 1, 2, 3
    2. 1, 2, 4
    3. 1, 3, 5
    4. 2, 4, 5
    5. 3, 4, 5

II. Jawablah dengan singkat pertanyaan-pertanyaan dibawah ini!

  1. Sungai Hoang Ho mengalir dari ...........bermuara ke ...............
  2. Bagi bangsa Cina, istilah “keluarga seratus” berarti ..............
  3. Perkembangan pemerintahan di Cina di kenal menjadi dua periode yakni ..........
  4. Sebutkan lima dinasti yang memerintah di Cina sampai awal Masehi secara berurutan!
  5. Tulisan yang digunakan di Cina disebut ...............
  6. Sistem pemerintahan dinasti Chou adalah ...........
  7. Empat tindakan kaisar Shih Huang Ti selama memerintah di Cina adalah .............
  8. Ajaran Lao Tse berisi tentang ...............
  9. Bangsa Cina menyembah Feng Pa yaitu ........., Ho Po yaitu .............
  10. Peninggalan budaya Cina yang terkenal di dunia adalah a) ...............b).........
    dan, c) ...........

Jawaban :

I. Pilihan ganda

  1. A
  2. C
  3. D
  4. E
  5. A

II. Essay

  1. Dari dataran tinggi Tibet bermuara ke Laut Kuning.
  2. Kehidupan yang berkelompok dalam jumlah besar dan hidup saling tolong menolong.
  3. a. Jaman dongeng
    b. Jaman sejarah yang terdiri dari:
    - masa dinasti
    - masa republik
  4. Hsia, Shang, Chou, Chin dan Han
  5. Piktografi atau ideografi
  6. Feodalisme/desentralisasi
  7. a. Melarang ajaran Kung Fu Tse karena mendukung feodalisme.
    b. Membagi kerajaan menjadi 36 propinsi
    c. Menetapkan pembakuan tulisan, satuan ukuran yaitu timbangan, ukuran dan
    roda.
    d. Membangun tembok Cina.
  8. Semangat keadilan dan kesejahteraan yang kekal dan abadi disebut Tao.
  9. Dewa angin dan dewa penjaga sungai Hoang Ho.
  10. Tembok Cina, keramik dan penemuan kertas dan alat cetak.

 

Home | Kembali ke atas | Buka File/Print